Perhiasan emas memang telah lama menjadi simbol kekayaan dan keindahan dalam budaya Indonesia. Tidak hanya sebagai aksesori fashion, perhiasan emas juga memiliki makna dan nilai yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Menurut sejarah, penggunaan perhiasan emas sudah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Perhiasan emas digunakan sebagai lambang kekuasaan dan kemakmuran. Bahkan dalam tradisi adat, perhiasan emas sering kali dijadikan sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan.
Pakar sejarah budaya, Prof. Dr. Siti Zuhro, menyatakan bahwa penggunaan perhiasan emas dalam budaya Indonesia dapat melambangkan status sosial seseorang. “Perhiasan emas sering kali digunakan sebagai penanda status sosial seseorang dalam masyarakat. Semakin banyak perhiasan emas yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula status sosialnya,” ujar Prof. Siti Zuhro.
Tidak hanya sebagai simbol kekayaan, perhiasan emas juga dianggap sebagai simbol keindahan dalam budaya Indonesia. Rancangan perhiasan emas tradisional Indonesia pun terkenal akan keunikan dan keindahannya. Motif-motif tradisional seperti bunga, daun, dan hewan-hewan mitologis sering kali dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan perhiasan emas.
Menurut perancang perhiasan terkenal, Budi Santoso, perhiasan emas tidak hanya sekedar aksesori, tetapi juga merupakan karya seni yang membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus dalam pembuatannya. “Setiap perhiasan emas yang dibuat memiliki makna dan cerita tersendiri. Itulah yang membuat perhiasan emas begitu berharga bagi pemakainya,” ujar Budi Santoso.
Dengan begitu, tidak heran jika perhiasan emas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam budaya Indonesia. Keberadaannya tidak hanya sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga sebagai simbol kekayaan, keindahan, dan keberuntungan bagi pemiliknya.